MLM berkedok “party” bagai serigala berbulu domba
Apa sih MLM, siapa sih yg ngga tau MLM, siapa sih yang ngga membenci MLM..
Konsep MLM sudah beredar semenjak jaman perang dunia ke 2, adalah konsep bisnis dengan skema lingkaran2 yang mensimbolkan anggota2 yang digabungkan dengan garis2 sehingga membentuk bangun mirip segitiga dan piramida di mesir.
contoh2 MLM yaitu tianshi, amway, CNI dll. dimana anggota2 nya menjual produk2 “eksklusif” ke calon anggota ataupun pembeli yang bukan anggota. setiap kali anggota baru “bergabung” maka anggota tersebut menjadi – istilahnya – “downline” dari si tukang prospeknya. nah sebaliknya si tukang prospek diberi istilah “upline”. nah setiap produk yang dijual oleh downline, maka si upline akan mendapat beberapa persen margin keuntungan, dan upline diatasnya lagi juga akan mendapat beberapa persen juga.
bila dihubungkan dengan berbisnis jualan produk, maka konsep ini memang sangat masuk akal dan menarik.
beberapa pelaku bisnis MLM bersifat ksatria, dan beberapa bersifat serigala – berbulu domba -. yang akhir2 ini lebih banyak berbentuk serigala karena skeptisisme para calon mangsanya terhadap konsep MLM. yang orang tersebut akan membentuk huruf “U” dan bergumam “meeeh” ketika mendengar kata “MLM”.
Sampai sekarang, saya sudah 3 kali kena prospek oleh “teman”, tentu saja pelakunya berbeda orang dan berbeda produsen MLM, 1 amway, dan 2 tianshi.
waktu masih mahasiswa, pada tahun 2005 (kalau ngga salah), teman saya, di kampus memang sering main bareng, istilahnya “1 geng”, sering ke kantin bareng dan kita memiliki beberapa kelas yang sama juga dengan beberapa teman saya yang lain. tetapi saya dan teman ini jarang main bareng di luar kampus. dan setelah beberapa lama kita lost contact karena dia jarang masuk kampus.
pada suatu hari, dia nelpon, ” eh dok, bantuin aku benerin komputer, entar kamu tak jemput” (terjemahan dr bahasa jawa). saya seneng dong dimintain tolong temen, terus dijemput pula. di dalam perjalanan dia bilang “ntar kita ngobrol2 bisnis bentar ya setelah mbenerin komputer”. saya sih ok2 aja, daripada ngga dianter pulang kan…
setelah sampai rumahnya, saya diliatin komputernya.. eh komputernya ngga rusak.. ya sudak gpp pikir saya. beberapa menit kemudian, si upline dari temen saya ini dateng.. kemudian, 2 temen kos lainnya pun keluar dari kamar masing2, dengan ada yg membawa papan tulis putih(whiteboard) dan buku robert T.Kiyosaki.
disinilah saya diperawani oleh konsep MLM. Kesan yang timbul adalah terimakasih, diagram kartesius nya Robert T Kiyosaki bagus, dan kesan kedua adalah skeptis dan asimpatik terhadap teman saya ini, karena dia menyelubungkan ajakan minta tolong dengan ceramah MLM, sehingga saya merasa tertipu.
ceramah2 yang berisi profit2 menggiurkan ini pun jadinya tertutupi oleh pikiran saya yang apakah cerita2 profit dan bonus mobil BMW itu benar, sedangkan ajakannya kali ini… “ada udang dibalik batu”
nah, pengalaman kedua saya…waktu itu saya, ketika jaman kuliah juga, bertemu dengan orang, eh ternyata dia kenal sama temen SMA saya, yang katanya temen SMA saya itu adalah temen SD nya dia.. alhasil ada ajakan reuni dari orang ini. dan bagusnya si orang ini, dia menambah embel embel “bicara bisnis” ketika mengajak reuni tersebut. nah saya pun dikasih alamat dan meluncur ke sana naik motor, dan dekat pula lokasinya, ketika masuk, saya melihat teman SMA saya, dan beberapa orang lainnya (sekitar 15 an orang lebih). saya expectnya reuni 3 orang kan, orang yg baru kenal ini, dengan saya, dan dengan temen SMA saya. nah saya duduk bersila lesehan di lantai deket dengan teman SMA saya ini, dan sempat ngobrol sedikit sebelum si dedengkot uplink2 mereka ini datang. ya “uplink-uplink”, karena semua orang di sini dikumpulkan oleh beberapa anggota Tianshi baru, yang uplinknya yang akan ceramah kali ini.
Merasa tertipu iya, tetapi orang yg baru saya kenal tadi juga tidak bisa dibilang menipu, karena unsur reuni ada (saya jd bertemu dengan temen SMA saya) dan unsur bisnis pun juga ada( ceramah tianshi). nah di sini ketidak-respect-an saya terhadap orang dan konsep MLM pun semakin bertambah.
setelah beberapa tahun berselang, saya pun pindah ke Sydney Australia. saya pikir, jauh-jauh ke sini, MLM pasti jarang-jarang, eh ternyata ada.
Saya mengikuti kegiatan komunitas orang-orang Indonesia yang berpusat di sekitar suburb tempat saya tinggal. selama beberapa tahun mengikuti kegiatan2nya, saya jarang atau malah tidak pernah melihat siOrangIni datang walau padahal setelah saya tanya2 dia ini sudah sama lamanya dengan saya tinggal di suburb ini. nah pada suatu hari dia pun muncul di salah satu kegiatan kami. kami pun senang karena mendapat teman baru. setelah itu batang hidungnya pun tidak pernah tampak lagi, mungkin karena sibuk, (di sydney, kalo weekdays emang kebanyakan orang memang jarang sekali ketemu teman2, karena kerja ataupun kuliah).
nah setelah beberapa bulan, dia muncul ketika ada acara kumpul2 komunitas di tempat saya. kami(3 orang yg tinggal di Unit rentalan ini) pun senang. beberapa minggu kemudian, dia menelpon flat-mate saya untuk dateng ke rumahnya dia, “ada party” katanya. kami pun senang, setelah kami di-dolan-i.baca:dikunjungi(dolan -bhs jawa- == main) , kami diundang party. karena saya melihat perangainya yang pendiam, saya pun berpikir untuk mengajak teman2 saya yang lain utk dateng biar ramai, dan dia pun membolehkan.
pada hari H jam 7 malem, saya sengaja tidak makan duluan biar di sana bisa makan karena belum kenyang, berjuanglah kami ke unit-(kamar kosan) karena jalan rumahnya sekitar 7 blok dari rumah kami dan jalanan yang menanjak 45 derajat. kami(saya dan 2 orang flatmate saya). teman saya yg rencananya saya ajak sedang ketiduran dan satu lagi sedang sibuk mengerjakan tugas. setelah tiba, ada 6 orang yang sudah berada di kamar ini(4×3 meter) fully furnished menyisakan space buat duduk2 sekitar 2×3 meter. dan tempat ini bau iler, ketika summer, dan panas – ditutup pula jendelanya sama mereka, ditutup pula pintunya. 6 orang tersebut 1 pasangan suami istri MLM, 1 pasang suami istri bule polandia, 1 pasang suami istri teman 1 komunitas kita. tempat ini sudah terlihat penuh dan sesak, dan diperparah dengan kehadiran kami 1 pasang flatmate saya dan saya. nah alhasil ada yg duduk 1 kursi berdua. pasangan bule ini yang paling tepat waktu pun sepertinya sudah menunggu 45 menit sebelum “party” dimulai. entah apa undangan yang dikasi ke bule2 ini, tetapi undangan ke sepasang teman kami adalah “launch party”.
sang istri tuan rumah pun tiba2 bicara – secara resmi – “terimakasih, dan saya bahagia kalian telah datang di acara launching bisnis keluarga kami” – saya berpikir ooo ini acaranya ternyata, party kecil2an, sukuran launching produk bikinan keluarga mereka, saya pun excited apa sih produk2nya” – . sang suami pun dipersilahkan istrinya untuk memulai presentasi, dibukalah laptopnya. – saya haus dan ternyata tamu2 lain sebelum saya belum diberi minum juga. saya jadi ngga enak untuk minta -. – bau ilernya masih tercium karena saya duduk dekat kasur mereka. setelah beberapa slide berlalu, muncullah diagram kertesius Robert T Kiyosaki. bweeehhh… beuh- behhh… MLM ni bau2nya.. dan ternyata mereka MLM dari Amway. setelah bla-bla-bla selama 2 jam, – makanan/snack belum keluar – minum pun ngga ada, dan mereka juga ngga minum lho -, akhirnya mereka pun mulai memperlihatkan produk2 Amway, demo produk…. ada macam2.
1 jam berikutnya selesailah demo produk2 MLM ini. tampang2/muka2 tamu2 lainnya sudah tampang “merasa ngga enak untuk minta pulang”, “pengen pulang, tapi ngga enak karena mereka belum selesai ceramah”.
mereka pun selesai presentasi, “tidak ada lagi produk yg bisa didemokan” kata sang istri. mungkin mereka mau wayangan sekalian kalo produk2 nya ada 100 macem. tapi kita sudah dikasi minum sample minuman enerji kok, pake gelas plastik kecil diameter 2 cm dan tinggi 2 cm.
ya sudahlah, kalau mengharapkan makanan tiba-pun seperti mengharapkan kedatangan godot – baca novel “menunggu godot” atau kata ibu saya “ngenteni ndok-e blorok (menunggu bebek blorok nelor- entah apa bebek blorok itu, tp pokoknya si mblorok itu ngga bakal nelor) – , kami pun (tinggal 1 pasang temen saya, dan 1 pasang bule), flatmates saya sudah kabur duluan… kami pun minta pulang, karena sudah malem, jam 11. nah sang istri pun “oh iya tunggu bentar 10 menit saja, cakenya mau saya keluarkan”, – yes, ada cake -, dan keliatannya memang enak, tapi tidak worth 3 jam ceramah Amway. dan yang terkejutnya lagi, cake tersebut yang membawa adalah sepasang bule polandia tadi -salut dan terimakasih pak buk bule, saya terharu -.
party matamu..
ya sudahlah, jauh2 ke sini kok masih ada aja yang beginian. kesimpulannya, jangan salahkan agama kalo penganutnya berbuat salah. jangan salahkan MLM kalau membernya hina. jangan stereotyping.
miris, parah alay. galau. labil.





